Berita Daerah, dakwah, Warta LDII Kaltara

Membangun Generasi Emas Berakhlak Mulia untuk Indonesia Yayasan LDII Nurhasan Insan Mulia Hadirkan Pendidikan Terpadu TK hingga SMK

Tarakan, (17/6) — Di tengah derasnya arus perkembangan zaman dan kemajuan teknologi digital yang kadang mengikis nilai adab serta etika luhur bangsa, sebuah langkah nyata hadir dari Kalimantan Utara.

Yayasan Nurhasan Insan Mulia, yang dipimpin oleh H. Jaet Ahmad Fatoni selaku Ketua Yayasan sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Wilayah LDII Provinsi Kalimantan Utara, meluncurkan program strategis pendidikan untuk mencetak generasi unggul yang cerdas dan berkarakter.

Yayasan ini memiliki visi besar: mewujudkan ekosistem pendidikan terpadu yang mencakup jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam satu kawasan yang aman, asri, dan bernuansa islami.

Pembinaan Karakter Butuh Proses Berkelanjutan Menurut H. Jaet Ahmad Fatoni, pembentukan kepribadian dan akhlak mulia tidak dapat dicapai dalam waktu singkat.

“Karakter anak tidak dibangun hanya dalam satu atau dua tahun. Ia membutuhkan pembinaan yang runtut dan berkelanjutan selama kurang lebih 15 tahun,” ujarnya.

Konsep yang diusung adalah “One Roof, One Character, One Future” — satu atap pendidikan yang menjaga kesinambungan nilai, sejak anak mengucapkan Bismillah pertama kali saat masuk TK, hingga lulus dari SMK dengan kesiapan bekerja maupun berwirausaha.

Konsep “Dua Sayap untuk Terbang Tinggi” Sekolah yang dikembangkan ini resmi bernaung di bawah naungan Dinas Pendidikan, sehingga ijazah yang diterbitkan diakui secara nasional.

Lebih dari sekadar mengejar nilai akademik, lembaga ini mengusung konsep “Dua Sayap untuk Terbang Tinggi”, yaitu perpaduan pendidikan umum dan pendidikan pesantren:

✅ Sayap Kiri – Pendidikan UmumMenerapkan Kurikulum Merdeka yang mencakup sains, teknologi, bahasa, serta keterampilan kejuruan yang disesuaikan dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) di Tarakan dan Kalimantan Utara. Targetnya: lulusan cerdas, siap melanjutkan pendidikan tinggi, maupun langsung terjun ke dunia kerja.

✅ Sayap Kanan – Pendidikan PesantrenMenyertakan muatan lokal berupa program tahfidz Al-Qur’an, pemahaman fiqih praktis, pembiasaan akhlak dan adab, pelaksanaan ibadah berjamaah, serta penanaman rasa cinta tanah air.

Tujuannya: melahirkan lulusan yang berkarakter luhur, santun, berbudaya, serta terhindar dari perilaku negatif seperti perundungan.

Dengan perpaduan ini, diharapkan lahir generasi yang mampu menjawab tantangan zaman: mahir dalam teknologi dan kecerdasan buatan, namun tetap kuat imannya, santun dalam bertindak, dan menjunjung tinggi nilai gotong royong.

Membangun untuk Masa Depan Bangsa “Yang kami bangun ini bukan sekadar gedung sekolah, tapi fondasi peradaban. Kami ingin membuktikan bahwa anak bangsa tetap bisa menjaga kesopanan, melestarikan budaya, dan tumbuh menjadi pemimpin yang amanah,” tegas H. Jaet Ahmad Fatoni.

Ia menambahkan, “Kami tidak membangun untuk 5 tahun ke depan saja, melainkan untuk 50 tahun yang akan datang. Anak-anak yang kami didik hari ini, adalah calon pemimpin dan penggerak utama Indonesia Emas tahun 2045.”

Dengan semangat itu, Yayasan Nurhasan Insan Mulia berkomitmen terus melangkah, menghadirkan solusi pendidikan yang lengkap dan bermutu, demi mewujudkan cita-cita bersama: Generasi Emas Berakhlak Mulia untuk Indonesia. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *