Kunjungi Masjid LDII di Tulin Onsoi, Wakil Ketua MUI Nunukan Takjub Lihat Kamar Mandi
MUI: LDII Sangat Hebat Menjaga Kesucian
Nunukan (22/10)— Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Nunukan melakukan silaturahim bersama warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Pimpinan Cabang (PC) Kecamatan Tulin Onsoi, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka persiapan Upacara Hari Santri 2026 tingkat Kabupaten Nunukan yang akan digelar di Ponpes Nurul Islam Desa Sanur Kecamatan Tulin Onsoi.
Dalam kegiatan yang berlangsung di Masjid Babul Jannah, Kecamatan Tulin Onsoi, hadir Wakil Ketua MUI Kabupaten Nunukan Drs. Hamzah Sanusi, didampingi sejumlah pengurus MUI Kabupaten Nunukan lainnya.
Dalam tausiyahnya, Drs. Hamzah Sanusi mengajak seluruh umat Islam untuk senantiasa menjaga ukhuwah Islamiyah di tengah perbedaan, sekaligus membangun sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan.Ia juga membagikan sejumlah pengalaman menarik selama melakukan kunjungan silaturahim ke masjid dan pondok pesantren LDII di berbagai tempat.
Menurutnya, terdapat sejumlah hal positif yang menarik perhatiannya, terutama dalam hal kedisiplinan, kebersihan, kerapian, dan kesucian.Salah satunya adalah kedisiplinan jamaah ketika salat akan dimulai. Ketika azan dan iqamah telah dikumandangkan.
“Jamaah LDII langsung membentuk barisan dengan rapi tanpa harus dikomando, serta berusaha merapatkan shof.” Ucapnya penuh semangat.
Hal lain yang mendapatp perhatian Hamzah adalah kerapian sandal para jamaah yang ditata dengan baik di depan masjid dan yang paling membuatnya takjub adalah komitmen warga LDII dalam menjaga kesucian.
“Di semua masjid dan pondok pesantren LDII yang saya kunjungi, saya pasti masuk ke kamar mandinya untuk melihat. Ternyata semua bentuk kamar mandinya sama, betul-betul menjaga kesucian,” ungkapnya.
Menurut Hamzah, kebiasaan-kebiasaan positif tersebut merupakan bagian penting dalam membangun budaya hidup bersih, disiplin, dan tertib di lingkungan umat Islam.
Sementara itu, Pengurus LDII PC Tulin Onsoi Ustadz Anang Zainudin, menjelaskan bahwa LDII saat ini terus berupaya membentuk karakter luhur bagi seluruh warganya, mulai dari usia caberawit (usia dini).
Upaya tersebut dilakukan melalui penerapan 29 karakter luhur dalam kehidupan sehari-hari.
“Termasuk hal kecil sebagai praktik penerapan 29 karakter luhur adalah semua jamaah ketika masuk ke dalam masjid menata sandalnya masing-masing,” ujar Ustadz Anang.
Ia menambahkan, pembentukan karakter dilakukan melalui kebiasaan-kebiasaan sederhana yang diterapkan secara konsisten, sehingga nilai-nilai luhur dapat menjadi bagian dari perilaku sehari-hari warga LDII.
Silaturahim antara MUI Kabupaten Nunukan dan warga LDII PC Kecamatan Tulin Onsoi tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan makan malam bersama, ramah tamah, dan foto bersama sebagai bentuk mempererat hubungan serta ukhuwah antarelemen umat Islam di Kabupaten Nunukan.(Cak Dayat)
