Jaga Kualitas Dakwah: MUI Nunukan dan LDII Perkuat Kapasitas Imam dan Khatib di Sei Menggaris
Nunukan (1/11) – Perkuat kompetensi dan profesionalitas imam serta khatib, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Nunukan menggelar Pembinaan Imam dan Khatib se-Kecamatan Sei Menggaris, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan di Aula Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sei Menggaris.

Kegiatan ini diikuti para imam dan khatib masjid dan musala se-Kecamatan Sei Menggaris. Pimpinan Cabang (PC) LDII Sei Menggaris turut berpartisipasi dengan mengirimkan empat delegasi, yakni Ustadz Muhlisin dan Ustadz Warsono, Imam dan Khatib Masjid Ar-Rohman Desa Tabur Lestari SP 1, serta Ustadz Ringgit Nasrullah dan Ustadz Ardiansyah, Imam Musala Al-Amin Desa Srinanti SP 2.
Pembinaan menghadirkan empat narasumber kompeten. Materi pertama tentang Manajemen Masjid disampaikan oleh Kasi Bimas Islam Kemenag Nunukan, Drs. H. Muhammad Tahir. Materi kedua tentang Problematika Imam dan Khatib oleh Ketua Komisi Fatwa MUI Nunukan, Yahya Mahmud, A.Ma.
Selanjutnya, materi Fikih Salat Jumat disampaikan Wakil Sekretaris MUI Nunukan, Anam Azhari, dan materi Tahsin Bacaan Imam dan Khatib oleh Ketua DPD IPQOH Nunukan, Harto M. Tonata, S.Pd.I.
Kegiatan berlangsung interaktif. Peserta antusias menyampaikan berbagai persoalan di lapangan, mulai dari manajemen masjid hingga persoalan fiqih, yang langsung dijawab dan dijelaskan oleh para pemateri.
Ketua MUI Kabupaten Nunukan, H. Muhammad Harun Zain, S.Ag dalam sambutannya mengatakan, pembinaan ini bertujuan untuk mempererat silaturahim antara MUI dengan para imam, khatib, dan tokoh agama di tingkat kecamatan.
“Selain silaturahim, pembinaan ini menjadi sarana saling melengkapi dan saling belajar untuk meningkatkan kualitas dan kesempurnaan pelaksanaan ibadah umat,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Sementara itu, Ketua PC LDII Sei Menggaris, Tumijan, mengapresiasi penyelenggaraan pembinaan tersebut. Menurutnya, kegiatan yang berorientasi pada peningkatan keilmuan agama sangat penting dan perlu dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Kami berharap MUI Nunukan terus menyelenggarakan pembinaan keagamaan serupa, agar wawasan dan pemahaman keagamaan masyarakat muslim di Sei Menggaris semakin luas,” kata Tumijan.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran pengurus MUI Nunukan yang telah berkenan bersilaturahim dan singgah di Masjid Ar-Rohman Desa Tabur Lestari SP 1, yang merupakan masjid binaan LDII Nunukan.
“Kunjungan ini menjadi bukti nyata terjalinnya komunikasi dan ukhuwah yang baik antara LDII dan MUI sebagai bagian dari rumah besar umat Islam,” pungkasnya.
Melalui pembinaan ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara MUI, ormas Islam, dan pengurus masjid serta musala dalam meningkatkan kualitas pembinaan umat, sehingga para imam dan khatib tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga mampu menjadi teladan dan penggerak kehidupan keagamaan yang harmonis di tengah masyarakat. (Cak Dayat / LDII Nunukan)
