Berita Daerah, dakwah, Warta LDII Kaltara

Hadiri Coffee Morning FKUB LDII Bersama Wakil Bupati Nunukan Perkuat Kerukunan Lintas Agama

Nunukan (11/5), Anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Nunukan dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Nunukan, Wahyudi, S.H., menghadiri kegiatan Coffee Morning pengurus FKUB bersama Wakil Bupati Nunukan di Rumah Jabatan Wakil Bupati, Senin (11/05/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan ini menjadi ajang penguatan sinergi antara pemerintah daerah dengan tokoh lintas agama di Kabupaten Nunukan.Dalam pertemuan tersebut, pengurus FKUB Kabupaten Nunukan menegaskan komitmennya untuk terus menjaga dan memperkuat kerukunan antar umat beragama di tengah keberagaman masyarakat Nunukan.

Coffee morning juga dimanfaatkan sebagai ruang diskusi dan tukar pandangan terkait berbagai isu sosial kemasyarakatan serta upaya menjaga kondusivitas daerah.Wahyudi dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa peran LDII di dalam FKUB sangat aktif, terutama dalam memperkuat toleransi, persatuan bangsa, dan harmonisasi sosial di masyarakat.

“LDII berkomitmen menjaga suasana kondusif melalui sinergi lintas agama, dialog, serta penyebaran nilai nasionalisme,” ujarnya.

Ia menambahkan, LDII akan terus berperan aktif menjaga stabilitas sosial dan merawat kerukunan antar umat beragama sebagai bagian dari kontribusi nyata bagi masyarakat Nunukan.

Sementara itu, Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, menyampaikan apresiasi atas peran FKUB yang selama ini konsisten menjaga keharmonisan dan toleransi antar umat beragama.

Menurutnya, FKUB memiliki peran strategis dalam menciptakan suasana aman, damai, dan harmonis di tengah masyarakat.

“Kami menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya karena sudah membantu pemerintah sehingga kondisi masyarakat beragama di Kabupaten Nunukan tetap stabil, harmonis, serta damai,” tutur Hermanus.

Ia juga berharap komunikasi dan koordinasi antara pemerintah daerah dengan FKUB dapat terus terjalin baik sehingga berbagai potensi persoalan di masyarakat dapat diselesaikan secara bijaksana melalui pendekatan dialog dan kebersamaan. (Cak Dayat)