Berita Daerah, Warta LDII Kaltara

BIN dan LDII Perkuat Sinergitas Demi Kesejahteraan Masyarakat Pesisir

Tarakan (6/5) – Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Kalimantan Utara Andri Muhardi menggelar pertemuan santai sambil menikmati kopi bersama tokoh organisasi kemasyarakatan di Kota Tarakan, pada Rabu, (6/5/2026).
Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut dihadiri oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kaltara H. Jaet Ahmad Fatoni dan Ketua Dewan Pimpinan Daerah LDII Kota Tarakan H. Nurhasan . Suasana akrab ini menjadi wadah diskusi strategis mengenai isu-isu krusial yang dihadapi masyarakat di Bumi Paguntaka.

Fokus pada Keselamatan dan Kesejahteraan Nelayan
Salah satu poin utama yang menjadi pokok bahasan adalah jaminan keselamatan dan kesehatan bagi para nelayan dan petani tambak. Mengingat Kaltara, khususnya Tarakan, memiliki potensi perikanan yang besar, risiko yang dihadapi para pekerja di sektor ini juga tergolong tinggi.
“Nelayan dan petani tambak adalah ujung tombak ekonomi daerah kita. Sangat penting bagi mereka untuk memiliki perlindungan saat bekerja di lapangan,” ungkap salah satu pihak dalam diskusi tersebut.


Dorongan Kepesertaan BPJS
Dalam diskusi tersebut, dibahas pula pentingnya memastikan seluruh nelayan laut dan petani tambak tercover dalam program jaminan kesehatan melalui BPJS. Kepesertaan BPJS dipandang bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan jaring pengaman sosial yang vital jika terjadi kecelakaan kerja atau masalah kesehatan.
Kepala BIN Kaltara bersama jajaran LDII sepakat untuk terus mensosialisasikan pentingnya jaminan kesehatan ini kepada warga binaan dan masyarakat luas.

Sinergi antara lembaga intelijen negara dan organisasi kemasyarakatan seperti LDII diharapkan dapat mempercepat penyaluran informasi dan edukasi mengenai hak-hak jaminan sosial bagi para pekerja sektor kelautan.

Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga stabilitas daerah melalui penguatan ekonomi dan kesehatan masyarakat di akar rumput. (*)