Berita Daerah, dakwah, Warta LDII Kaltara

LDII Nunukan : Hikmah Idul Fitri Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Sosial

Nunukan (21/3). DPD LDII Nunukan menyelenggarakan Salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H di Lapangan Padepokan Persinas ASAD Jalan Pattimura Kelurahan Selisun Nunukan pada Sabtu (21/3).

Ibadah dimulai pukul 07.00 Wite dan diikuti ratusan jamaah. Bertindak selalu Imam dan khotib Ketua DPD LDII Nunukan Ustadz Khusnul Yakin, S.Pd.I dan pembaca hikmah Idul Fitri Ustadz Herry Asmara, S.Pd.

Dalam hikmah Idul Fitri yang disampaikan oleh Ustadz Herry Asmara mengatakan Ramadan dan Zakat fitrah merupakan “laboratorium spiritual” yang melatih dua dimensi besar dalam kehidupan manusia. Nilai puasa yang dilakukan bukan sekadar menahan lapar, melainkan membangun kepekaan sosial.

“Puasa Ramadan sebagai cara untuk merasakan penderitaan mereka yang kekurangan. Di tengah dunia yang cenderung individualis, puasa melatih kita untuk berbagi kepada mereka yang membutuhkan,” Ujarnya.

Herry juga menambahkan bahwa nilai zakat yang ditunaikan, bukan hanya sebagai pembersih diri dari noda-noda dosa kecil dan kekurangan selama berpuasa, namun juga sebagai darma bakti kepada orang-orang yang membutuhkan.

“Ini adalah instrumen komunikasi sosial untuk memastikan bahwa hari ini tidak ada satu pun saudara kita yang kelaparan,” Tuturnya.

Lebih lanjut Herry mengatakan bahwa harta yang dimiliki bukanlah mutlak milik pribadi, melainkan ada hak orang lain di dalamnya, maka wajib untuk dikeluarkan zakatnya.

“Jika zakat kita tulus, maka kita akan menjadi pribadi yang lebih dermawan dan peka terhadap krisis kemanusiaan di sekitar kita maupun di belahan dunia yang sedang dilanda krisis kemanusiaan.” Tambahnya.

Selain menjelaskan tentang manfaat puasa dan zakat fitrah tersebut, Herry juga mengingatkan di tahun 1447 H ini, manusia hidup di dunia yang serba instan dan artifisial.

Fitrah manusia seringkali tertutup oleh “topeng” media sosial. Idul Fitri adalah momentum untuk mencopot topeng itu dan kembali menjadi hamba yang jujur di hadapan sang Al-Khaliq.

Mengutip firman Allah SWT dalam QS. Al-Ahzab: 70 yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar (Qoulan Sadida).

“Di masa depan yang penuh banjir informasi ini, lisan dan jempol kita adalah cermin takwa kita. Jangan sampai pahala Ramadan yang kita kumpulkan sebulan penuh, hangus terbakar karena satu unggahan hoaks atau caci maki di ruang digital,” Ujarnya dihadapan para jamaah.

Herry mengajak untuk menjadikan momen Idul Fitri sebagai hari “Gencatan Senjata Jempol” dari segala pertikaian duniawi.

Media sosial bukan untuk pamer kemewahan dan menebar kebencian, tapi untuk menyuarakan persaudaraan, kerukunan, kekompakan, dan kebenaran.

“Di tahun 1447 H ini, akhlak harus menjadi identitas digital dan sosial kita, percuma kita rajin shalat dan berpuasa, jika lisan kita masih menyakiti hati saudara, atau jempol kita masih menebar fitnah di grup-grup pesan singkat,” Tutupnya.

Bagi LDII Nunukan, pelaksanaan Salat Id ini bukan hanya rutinitas tahunan, tetapi juga menjadi sarana dakwah langsung di tengah masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen LDII dalam membina umat, terutama dalam menyampaikan pesan moral yang kontekstual dengan tantangan zaman. (Cak Dayat)