Dukung Pemerintah, LDII Kaltara Berkontribusi Aktif Pemantauan Hilal Penentuan Awal Puasa
Tarakan (17/2). – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), satu-satunya ormas di Kaltara secara aktif menyediakan teropong mandiri demi mendukung pemerintah melalui Kementerian Agama RI dalam memantau hilal tiap menentukan awal Ramadhan dan penetapan Idul Fitri dan Idul Adha.
Penentuan awal Ramadhan 1447 Hijriah, Kementerian Agama Kaltara melalukan pemantauan di Satuan Radar TNI AU 204 Tarakan, pada Selasa (17/02/2026).

Kegiatan ini dihadiri langsung Walikota Tarakan, Kementerian Agama Kaltara, BMKG, MUI dan LDII.
Walikota Tarakan dr. Khairul, M.Kes menyampaikan kepada media “memang pada pantauan di Tarakan hilal tidak terlihat. Meski masih menunggu hasil dari sidang isbat di pusat, tetap kemungkinan besar ada perbedaan dengan ormas Muhammadiyah. Silahkan masyarakat memilih, karena memang ada perbedaan metode penentuan awal puasa” ujarnya.
Menurut Ketua Tim Rukyatul Hilal Kaltara Muhammad Khilmi, LDII di Kaltara telah berperan aktif sejak tahun 2023.
“Langkah ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bentuk komitmen LDII untuk bersinergi dengan pemerintah dalam memberikan kepastian waktu ibadah bagi masyarakat. Melalui tim Rukyatul Hilal yang diturunkan demi memberikan kontribusi data faktual dari lapangan yang dapat dipertanggungjawabkan secara syariat maupun sains”, terang Khilmi.
“Berdasarkan hasil pengamatan di Tarakan, bahwa bulan lebih duluan tenggelam dibandingkan matahari, tentu dalam teori bulan baru belum bisa dilihat. Apalagi dari data BMKG di Tarakan bulan masih -1 derajat 43 menit. Sehingga dari hasil kesepakatan MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yakni ketinggian hilal minimal 3 derajat di atas ufuk saat matahari terbenam dan sudut elongasi minimal 6,4 derajat (jarak sudut bulan-matahari)”, tutupnya.
