Koperasi Bersatu Bisa Tembus Ekspor, Harga Udang Petambak Lebih Baik
Tarakan, (29/8) – Dalam acara koordinasi Koperasi Nelayan Sejahtera dengan Petugas Dinas Koperasi, Ketua Penasehat Koperasi Nelayan Sejahtera yang juga Ketua DPW LDII Kalimantan Utara, H. Jaet A. Fatoni, Wakil KETUA DPRD Bidang Pertanian dan Keluatan Provinsi Kaltara dan Ketua Koperasi Azis Barunda mendorong pengusaha muda LDII untuk serius menggarap peluang usaha di sektor kelautan.
Pernyataan itu disampaikan saat pertemuan dengan Pengawas Ahli Koperasi Pertama Kota Tarakan, Antonius Boli di Ruang Sekretariat DPW LDII. Dalam pertemuan tersebut dibahas serius tentang penguatan koperasi agar bisa bersatu dan naik kelas.
“Mayoritas warga kita bergerak di bidang kelautan seperti petambak udang, kepiting, bandeng dan rumput laut. Di Nunukan dan Tarakan khususnya, di atas 50 persen warga LDII usahanya dari hasil laut. Ini potensi besar,” ujar H. Jaet.
Ia menekankan pentingnya model Pos Penampungan Udang sebagai solusi menstabilkan harga.
Udang hasil panen ditampung di tingkat desa selama 1-3 hari sebelum dijual ke pabrik atau eksportir.
“Dengan bersatu dalam koperasi, tidak menutup kemungkinan koperasi produsen dan koperasi terkait bisa mengurus izin ekspor dan langsung menjual ke luar negeri. Dengan begitu harga yang diterima petambak bisa jauh lebih baik,” jelasnya.
Senada dengan itu, Pengawas Ahli Koperasi Pertama Kota Tarakan Antonius Boli juga mendukung.
Menurutnya, jika koperasi solid, urusan legalitas dan perizinan ekspor akan lebih mudah diakses melalui Dinas Koperasi dan KKP.
Data DKP 2024 mencatat produksi udang windu Kaltara 9.923 ton/tahun.
Luas tambak di Kaltara mencapai 149.958 Ha, dengan 62% berada di Bulungan.
Namun produktivitas masih rendah karena sistem masih tradisional.
H. Jaet berharap, dengan bersatu dan memanfaatkan model usaha baru, kesejahteraan petambak Kaltara bisa meningkat. (*)
