Berita Daerah, dakwah, Warta LDII Kaltara

DPW LDII Kalimantan Utara Sembelih 289 Sapi dan 59 Kambing, Tekankan Kurban Ramah Lingkungan

Bulungan (28/5) – Ketua DPW LDII Kalimantan Utara Jaet Ahmad Fatoni menegaskan bahwa ibadah kurban merupakan wujud ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus sarana memperkuat solidaritas sosial di Kaltara.Menurut Jaet, semangat berkurban warga LDII Kaltara tahun ini tetap tinggi meski kondisi ekonomi penuh tantangan.

“Kurban adalah teladan ketakwaan, pengorbanan, dan keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Bagi umat Islam, ini ibadah yang selalu dinanti karena keberkahannya,” ujar Jaet.

Hingga hari pertama Idul Adha, Rabu (27/5/2026) pukul 15.28 WITA, DPW LDII Kaltara telah menyembelih 289 ekor sapi dan 59 ekor kambing. Jumlah tersebut disalurkan ke warga LDII, masyarakat umum, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan unsur Forkopimda di seluruh kabupaten/kota Kaltara.

Jaet menjelaskan semangat berkurban dibangun melalui budaya menabung sejak setahun sebelumnya. Tabungan dihimpun saat pengajian di DPW, DPD, PC, hingga PAC.

“Walaupun ekonomi belum stabil, antusiasme warga justru meningkat. Setelah Idul Adha selesai, warga sudah mulai menabung lagi untuk tahun depan,” katanya.

DPW LDII Kaltara juga menginstruksikan seluruh jajaran untuk melaksanakan penyembelihan secara higienis, sesuai syariat, dan memperhatikan kelestarian lingkungan.

Sebelum pelaksanaan, pengurus bekerja sama dengan pemerintah daerah dan dinas terkait untuk pelatihan penyembelihan serta pemeriksaan kesehatan hewan kurban.

“Penyembelihan harus memenuhi syariat sekaligus higienis. Pengelolaan limbah dan area pemotongan dijaga agar tidak mencemari lingkungan,” tegas Jaet.

DPW LDII Kaltara mengimbau penggunaan kantong biodegradable, plastik daur ulang, dan besek sebagai pengganti plastik sekali pakai dalam distribusi daging kurban.

“Langkah ini bagian dari komitmen LDII Kaltara dalam mendukung kurban berwawasan lingkungan. Kegiatan kurban ini dinilai memperkuat solidaritas sosial, membantu pemenuhan gizi masyarakat, sekaligus menggerakkan ekonomi umat mulai dari peternak, pedagang hewan, hingga pelaku UMKM di Kaltara”, pungkasnya. (*)