Berita Daerah, OLAH RAGA, Warta LDII Kaltara

Meriahkan HUT RI ke-80, Persinas ASAD Tarakan Adakan Pasanggiri Cetak Pesilat Muda

Tarakan (17/8) – Nuansa Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-80 terasa di berbagai daerah, berbagai perlomban digelar, di Tarakan, Kalimantan Utara, Persinas ASAD mengadakan perlomban Pasanggiri untuk mencari bibit dan juga sebagai ajang pembinaan bagi pesilat muda yang merupakan warga LDII Tarakan untuk mengasah keterampilan dan membangun karakter.

Kegiatan ini berlangsung di Gedung Serbaguna Masjid Nur Hasan, Perumnas Karang Anyar, Tarakan Barat Kalimantan Utara pada Minggu, (17082025).

Pada perlombaan ini melibatkan delapan kontingen dari Kecamatan Tarakan Utara dan sebagian Tarakan Barat seperti Karang Anyar, serta Karang Anyar Pantai. Adapun kategori pertandingan mencakup jurus dasar ilmu seni bela diri ASAD dan jurus Persinas ASAD. Kompetisi ini menyasar pesilat usia dini sebagai upaya mencetak generasi muda yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga berbudi pekerti luhur.

Pada keterangannya ke awak media Ketua Panitia, Khoirul Huda, mengatakan bahwa Pasanggiri ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan karakter bagi pesilat muda.

“Jangan hanya mengejar kemenangan, tapi jadilah pesilat yang bermental kuat dan menjunjung nilai-nilai luhur. Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk pribadi yang berdisiplin, pantang menyerah, dan memiliki sikap menghormati orang lain,” terangnya.

Pembina Persinas ASAD Kota Tarakan, Muhammad Iyas Saat Meyaksikan Langsung Passanggiri di Gedung Serbaguna Masjid Nur Hasan Perumnas Tarakan Barat

Sementara itu Pembina Persinas ASAD Kota Tarakan, Muhammad Iyas menegaskan “apabila pesilat-pesilat muda ini digembleng dengan baik maka akan melahirkan atlit yang berprestasi pada ajang kejuaran tingkat kota atau bahkan nasional,” tegasnya.

“Belajar silat bukan untuk berkelahi atau disombongkan. Seorang pesilat sejati harus memiliki rasa hormat kepada orang lain, terutama yang lebih tua, serta selalu menjunjung tinggi budi pekerti luhur,” ujar Ilyas.

Ia juga menekankan pentingnya sportivitas dalam kompetisi, “Menang atau kalah bukan tujuan utama. Yang lebih penting adalah bagaimana kalian bisa menghormati keputusan wasit dan juri. Ini bagian dari pembelajaran karakter, di mana kejujuran dan sikap sportif lebih utama dibanding sekadar meraih juara,” tutupnya. (*)