Kamis, 17 Oktober 2019 : 07:20:59 WITA

Artikel

Masjid LDII Dikunjungi FKUB Tarakan

TARAKAN – Untuk menjaga kondusifitas saat pemilihan umum (Pemilu) 2019, dan mencegah pemanfaatan tempat ibadah sebagai tempat kampanye, para tokoh agama melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Tarakan bersama Polda Kaltara mengunjungi enam tempat ibadah, yang mana masing-masing agama diwakili satu tempat ibadah.

Untuk mewakili umat Islam, Masjid  Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Al-Mukminun Kampung Empat disambangi FKUB Tarakan dan Kaltara, beserta perwakilan Polda Kaltara dan Kapolsek Tarakan Timur, Sabtu (23/2).

Ketua MUI Provinsi Kalimantan Utara, K.H. Zainuddin Dalila mengapresiasi betapa sigapnya LDII Tarakan yang menyatakan siap dan mempersiapkan acara tersebut. “Kamis disampaikan, acaranya Sabtu. Artinya hanya waktu dua hari, mereka bisa mempersiapkan tempat acaranya. Sambutan baik dari pengurus dan jamaahnya juga ramah. Artinya, kerja sama mereka harus ditiru oleh organisasi lainnya” ujar Zainuddin Dalila.

Ia juga menepis isu yang beredar di masyarakat jika LDII tertutup dengan masyarakat lainnya. “Kami makan di situ (masjid) biasa saja, mereka terbuka kok. Salat di situ juga tidak masalah,” ungkapnya.

Terkait kegiatan yang mengangkat tema Ciptakan Kerukunan Umat Beragama pada Pemilu 2019 yang Aman, Damai dan Sejuk di Kaltara, Zainuddin mengimbau agar seluruh masjid mengawasi jika adanya indikasi kempanye yang memanfaatkan tempat ibadah. Namun, jika menyerukan untuk tidak golput pada pemilu 2019 merupakan hal yang baik.

“Jangan menyerukan “Pilih si Anu, nomor sekian…” itu tidak benar. Tapi kalau cuma menyerukan sebagai warga negara yang baik, maka memilih pemimpin yang baik yang bisa menyelesaikan permasalahan bangsa ini, itu wajar-wajar saja. Malah semua masjid dianjurkan untuk mewajibkan masyarakat memilih, jangan sampai tidak,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPW LDII Kaltara yang juga Pengurus FKUB Kota Tarakan dan Kaltara, H. Zainuddin Al Amin, SH mengatakan jika pihaknya berterima kasih atas kunjungan FKUB ke Masjid Al-Mukminun. Ia menjelaskan jika selama ini ada sembilan bahan pokok yang harus terpenuhi.

Namun, baginya kesembilan bahan pokok tersebut belum lah lengkap jika tidak ada kerukunan yang menyertai. “Jika ada sembilan bahan pokok, namun kerukunan tidak ada, maka tidak tenang. Maka kerukunan merupakan keniscayaan, kami mendukung kerukunan di NKRI,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jika acara yang dimulai pukul 10.30-11.30 Wita tersebut berjalan lancar. Seluruh jamaah yang hadir sekitar 50 orang juga antusias menyambut kegiatan tersebut.

Sumber : Radar Tarakan.

Komentar ditutup.