Minggu, 15 Desember 2019 : 20:59:01 WITA

Artikel

Jelang Rakernas, DPP LDII Siapkan 8 Bidang Karya LDII Kepada Capres-Cawapres.

Tri Gunawan (Wakil Ketua Pelaksana Rakernas LDII 2018), Chriswanto Santoso (Ketua DPP LDII), bersama Prasetyo Sunaryo (Ketua DPP LDII), dan Rully Kuswahyudi (Ketua Panitia Pelaksana Rakernas LDII 2018) menggelar konferensi pers jelang Rakernas LDII di Kantor DPP LDII Jakarta, Rabu (22/8).

Jakarta — DPP LDII akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 10-11 Oktober 2018 di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Agenda ini menjadi strategis, karena digelar pada tahun politik jelang Pilpres 2019. Rakernas ini dipersiapkan sedemikian rupa agar tidak menjadi ajang kampanye capres-cawapres.

“Kami akan menyiapkan panggung kepada capres-cawapres untuk menerima rekomendasi dan sumbangan LDII untuk bangsa sekaligus memberi masukan apa yang saat ini sangat dibutuhkan oleh rakyat Indonesia”, ujar Ketua Panitia Pengarah Rakernas LDII Prasetyo Sunaryo.

Menurut Prasetyo, ajang Rakernas ini penting bagi LDII. Selama ini LDII bergulat dengan dinamika dan menghadapi langsung problematika, dan berusaha meringankan beban pemerintah. Sementara para elit parpol yang memiliki otoritas jauh dengan rakyat, “Rakernas ini menjadi jembatan antara ormas kepada parpol untuk menyelesaikan masalah bangsa,” imbuh Prasetyo.

Ketua DPP LDII Prasetyo Sunaryo yang juga mengatakan, Rakernas ini akan diikuti 1500 orang pimpinan LDII dari setiap kota/kabupaten, provinsi, pimpinan pondok-pondok pesantren binaan LDII dan juga pimpinan sekolah yang didirikan LDII. Rakernas LDII 2018 ini akan menjadi etalase kegiatan LDII yang diperuntukkan bagi pembangunan bangsa. Adapun delapan klaster itu adalah: dakwah, wawasan kebangsaan, pendidikan dan cendekia, energi terbarukan dan konservasi energi, kesehatan dan pemanfaatan obat herbal, pertanian dan lingkungan hidup, ekonomi syariah, dan teknologi.

Menurut Prasetyo, delapan klaster itu bakal menjadi masukan bagi capres-cawapres. LDII tak hanya berwacana, namun telah melaksanakan delapan bidang tersebut, dan meminta pemerintah untuk menjadikannya sebagai program nasional, dengan demikian, bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju. Prasetyo menyontohkan, di bidang dakwah (klaster pertama) LDII mampu melahirkan generasi yang faqih dalam agama, berakhlak mulia, dan mandiri (Tri Sukses).

Untuk menciptakan Tri Sukses itu, LDII menggunakan tools Penggerak Pembina Generus (PPG). PPG ini membuat kurikulum dan berbagai inovasi untuk mendorong terciptanya generasi Tri Sukses. Selain PPG, LDII membuat program tahfidzul quran, untuk menghasilkan generasi penerus penghafal Alquran sekaligus berprilaku qurani.

Sementara di bidang energi terbarukan (klaster keempat) LDII telah menggunakan energi matahari di Ponpes Wali Barokah, Kediri, Jawa Timur. Selain itu, warga LDII juga mengembangkan tenaga listrik mikrohidro 250 watt di perkebunan teh Jamus, Ngawi, Jawa Timur. Selain untuk mengolah teh, listrik itu digunakan untuk penerangan jalan di perkampungan yang ada di sekitar kebun teh.

Di bidang ketahanan pangan, LDII melakukan inovasi di bidang pertanian melalui padi jenis unggul, penggunaan teknologi pertanian, pembuatan pupuk, hingga manajemen pertanian di Sumenep, Garut, Karawang, Nganjuk, Jombang, dan lain-lain. Segala hal yang telah dilakukan LDII merupakan dakwah bil haal, dakwah dengan perbuatan dalam bentuk memberi teladan dan mengajak warga sekitar, sehingga LDII hadir untuk bangsa.

Prasetyo berharap masukan-masukan LDII nantinya, menjadi program kerja capres-cawapres, siapapun yang terpilih.

(Humas DPP LDII/Joko Haryanto)

Komentar ditutup.